Senin, 31 Desember 2012

Selamat Tahun Baru

Dari luar rumah mulai terdengar letusan kembang api. Belum terlalu berisik, karena, pertama, masih sekitar 2 jam lagi menjelang tahun baru, dan kedua, hujan. Yap. Bandung akhir-akhir ini memang sudah bisa menyaingi Bogor sebagai kota hujan. Hujan turun tiap hari, pun malam ini, yang mungkin agak annoying juga bagi para insan yang sudah siap di spot-spot perayaan tahun baru. Bukan masalah bagi saya, anyway, yang notabene sudah bertekad melewatkan tahun baru di rumah saja, setelah beberapa tahun baru terakhir tidak di rumah.


Tahun baru 2010 saya lewatkan di ruang rawat inap salah satu rumah sakit besar di Semarang. Bukan, bukan saya yang sakit. Kebetulan sang babeh yang saat itu sedang domisili Semarang baru operasi sinus, jadi sekeluarga bedol desa menemani di rumah sakit. Akhirnya ya saya nonton kembang api tahun baru dari jendela kamar rumah sakit.
Agak-agak anti mainstream ya. :p


Tahun baru 2011 saya lewatkan di kantor babeh. Ada acara tahunbaruan, makan-makan, bakar jagung, dan kawan-kawan. Jujur justru untuk acara-acara yang ditujukan khusus untuk merayakan tahun baru cem yang di kantor babeh waktu itu, saya kurang bisa menikmati. Kenapa? Entah. Mungkin karena saya memang bukan tipe-tipe party girl. Ditambah dengan badmood duluan karena dari awal berangkat juga sudah disuguhi lalu lintas Bandung yang menyebalkan. Bandung lautan plat B. Solusinya, kalau kata teman saya namanya bung Sammy: "Harusnya difilter mulai dari Pasteur.."

Tahun baru 2012 saya pulang kampung, ke Solo. Ceritanya mau charging semangat sampai full tank sebelum kembali ke kancah peperangan (baca: TA). Tadinya mau coba ke car free night di Slamet Riyadi, pesta rakyat buat tahunbaruan yang difasilitasi oleh pak Jokowi, tapi realisasinya cuma lewat di Slamet Riyadi sebelum jalan ditutup. Saat itu belum ramai, tapi sekian panggung dengan tema hiburan yang berbeda sudah berdiri dan mulai dipadati kerumunan manusia. Urung mampir ke car free night, saya malah mampir wedangan dan ngangkring di kawasan Kotabarat, kemudian pulang lagi ke rumah Mbah, masih di bawah jam sepuluh saat itu. Tepat ketika jam 12 teng, saya lewatkan di.. Kasur. Ngetwit. Lalu tidur. Hehe.

Tahun baru 2013? At my home sweet home, finally. J-sekian diisi dengan bikin postingan ini.


Menilik lagi setahun ke belakang, 2012, tidak ada komentar lain selain "Alhamdulillah..". Di tahun ini beberapa keinginan saya tercapai. Dopping semangat dari mudik di awal tahun ampuh juga mengantar saya melalui manis-asem-asinnya cobaan-cobaan di tahun ini, hingga tiba dengan selamat di penghujung tahun.

Gimana resolusi, Ul? Ah lagi-lagi harus bicara resolusi ya kalau menyangkut tahun baru. Hmm. Tahun-tahun kemarin selalu ada resolusi default seperti "straight 'A's, no matter what" dan "tahun ini lulus Juli", tapi untuk tahun baru kali ini belum ada ide spesifik.

Apa ya? 

*mikir*

*glek* --> neguk es teh tarik dulu, haus

*mikir lagi*

Oh ini aja. Di penghujung tahun 2013 nanti, saya ingin sudah tahu apa passion saya, atau setidaknya sudah mulai menemukan petunjuk. 
Seriusan Ul, masih gaktau passion kamu apa? Umur segini masih gaktau hidup kamu mau dipake ngapain?
Yap.

2012 sudah akan the end tapi saya masih galau beginian. 2013 semoga  ada pencerahan. Plis ya Allah, ya? Aamiin.. >.<

*diaminin juga dong pemirsa, hehe*


Oke, bunyi kembang api dan petasan nya mulai annoying, saatnya berhenti nulis (apa hubungannya)..
Sampai ketemu tahun depan, rekan-rekan. Wish you a blissful new year. 
Selamat tahun baru :)

1 komentar:

ahmadmushofihasan mengatakan...

Amiin...
Bismillah ya :)