Rabu, 20 Maret 2013

Tentang Rokok

R to the O to the K to the O to the K. Rokok.

Kenapa tiba-tiba saya nulis tentang rokok?

Bukan, bukan karena saya mantan perokok yang kemudian insaf dan ingin berbagi pengalaman gimana kok bisa insaf. Bukan juga karena saya pembenci rokok yang mau berkhotbah memaki-maki perokok. Hmm bukan juga saya tim marketing brand rokok tertentu yang sedang mencoba tipe promosi via blog.

Bukan.

Lantas?

Ya saya cuma mau cerita pengalaman nguping aja sih. Semua berawal dari kemarin lusa pagi. Saya datang ke kantor cukup awal, kebetulan seorang bapak-bapak yang cubicle nya sebelah serong kanan dari saya sedang asyik mengobrol dengan beberapa orang lainnya. Setelah pasang kuping beberapa saat, ternyata topik obrolan mereka adalah, ya, rokok. Dengan si bapak-bapak-cubicle-serong-kanan (selanjutnya akan saya sebut 'si bapak' untuk efisiensi) sebagai narasumber.

Selasa, 19 Maret 2013

Cucing!

I have three cats. Look. One, two, three.
My Precious :3
Mereka ini masih bocah-bocah. Umurnya masih di bawah setahun. Masih lucu-lucunya deh! :3

Tertarik untuk mengenal lebih jauh? Yuk kenalan yuk..

Kucing #1: Cici
The most gorgeous catwoman in the whole world
Jadi si kucing betina cantik jenis Himalayan (persilangan Persian dan Siamese) ini adalah hasil impulsif saya dan adek-adek pasca lebaran. Entah dari mana tercetus ide pelihara kucing. 

Rabu, 09 Januari 2013

Sok Tau Episode 2

Masih melanjutkan kisah rice cooker yang membawa kenaasan dari post sebelumnya. Ya, waktu itu saya gagal masak nasi gara-gara lupa masang inner cooking pan alias wadah nasi yang ada takarannya, ke dalam body rice cooker. Si rice cooker pun harus tewas dalam usia muda(?).

Kenaasan yang kedua terjadi ketika saya sudah bukan bocah lagi, kira-kira kelas 2 SMA. Waktu itu saya jadi panitia pelatihan anggota baru ekskul angklung di SMA saya, yang diadakan di villa sewaan di daerah Lembang. Jabatan saya kebetulan kadiv logistik, yang jobdesc nya termasuk urusan masak-memasak.

Saat itu kondisinya saya beserta semua alat masak dan bahan-bahannya sudah ada di villa. Beberapa rekan panitia juga sudah ada. Tapi penanggungjawab masak-memasak, yaitu teman saya bernama Nia (nama asli loh) belum datang. Dia ini memang paling expert dan berpengalaman dalam hal memasak untuk ukuran anak kelas 2 SMA. 

Selasa, 08 Januari 2013

Sok Tau Episode 1

Sok tau, atau bahasa anak-muda-jaman-sekarang nya: sotoy. Kalau di dalam kehidupan saya, sok tau ini banyak berbuah pengalaman-pengalaman naas. Dua di antaranya berhubungan dengan sebuah appliance serbaguna: rice cooker.
Bisa untuk masak nasi, masak air, mengukus, memanaskan makanan, dll.

Oke. Apa hubungannya rice cooker dengan kenaasan? Ini semua sebenarnya akibat dari kesoktahuan saya dalam mengoperasikan alat yang satu ini. 

Insiden naas pertama terjadi ketika saya masih cukup bocah, masih SD. Waktu itu saya masih tinggal di rumah kontrakan di Surabaya. Kebetulan ketika itu saya di rumah sendirian, ibu kelupaan masak nasi untuk makan malam. Saya yang sedang asik-asiknya, entah melakukan apa, lupa, tiba-tiba ditelpon ibu.

Masak, masak..

Saya bersentuhan dengan yang namanya masak-memasak itu.. Sejak kecil. Bagaimana tidak? Saya dibesarkan dalam kondisi ibu saya tidak bekerja. Beliau menghandle sebagian besar pekerjaan rumahtangga, termasuk memasak. Tidak setiap saat di rumah saya ada asisten rumahtangga. Jadilah, saya dipekerjakan.

Tentu awal karir saya dalam memasak diawali sebagai pekerja kasar. Tugas saya di dapur waktu itu mencuci daging ayam, mengupas bawang, memukul-mukul daging biar empuk, dan sebagainya. 
Cuci ayam. Cukup malesin, karena memang habis itu tangan langsung bau ayam (yaiyalah)
Beberapa lama kemudian, tugas saya bertambah variasinya. Saya mulai lebih banyak diberi pekerjaan yang membutuhkan pisau --> mengupas dan memotong sayur-sayuran. Saat itu saya jelas masih newbie, belum se (agak sedikit lebih) expert sekarang, jadinya hasil kupasannya kurang efisien. Misalnya kupas kentang, daging kentangnya banyak ikut terkupas -_- Pun ketika disuruh memotong, misalnya potong kentang tipis-tipis untuk keripik, ukurannya tidak seragam. Ada yang tipis sekali, mudah gosong, ada juga yang terlalu tebal untuk bisa disebut keripik. Hahaha, yah, namanya juga belajar..

Senin, 07 Januari 2013

Heart of Life

Saya mau share salah satu lagu kesukaan nih :3

Sebenarnya sudah pernah saya share di tempat lain, tapi jangan bosen ya. Hehe. Itu bukan video officialnya sih, videonya bikinan orang di yutub, tapi bagus dan feel nya pas sama lagunya, jadi yah.. Coba dengerin aja deh pokoknya :)

I hate to see you cry
Lying there in that position
There's things you need to hear
So turn off your tears
And listen
Pain throws your heart to the ground
Love turns the whole thing around
No it won't all go the way it should
But I know the heart of life is good
You know, it's nothing new
Bad news never had good timing
Then, circle of your friends
Will defend the silver lining
Pain throws your heart to the ground
Love turns the whole thing around
No it won't all go the way it should
But I know the heart of life is good
Pain throws your heart to the ground
Love turns the whole thing around
Fear is a friend who's misunderstood
But I know the heart of life is good
I know it's good

Lagu ini cocok buat didengar dan diresapi oleh orang-orang yang sedang down, lelah, galau, resah, dkk

As the song says, "no it won't all go the way it should", dunia nggak selalu manis, rencana nggak akan semua berjalan dengan semestinya, kenaasan bisa saja menunggu di setiap tikungan, kesedihan bisa tiba-tiba muncul dari balik pintu, tapi..

Semua pasti ada hikmahnya.
Dan selalu masih ada yang bisa disyukuri.

:)

Jumat, 04 Januari 2013

Petuah Pagi dari HIMYM

..because we're gonna get older whether we like it or not, so the only question is, whether we want to get on with our lives or desperately cling to the past and end up like that.. - Ted Mosby
Sebuah quote super bijak dari tokoh  serial favorit. :3

Ya, kalau direnungi sih.. Setiap orang pasti bakal terus bertambah tua, suka tidak suka. Tapi kebanyakan orang, jangan-jangan termasuk saya juga, masih belum bisa move on. Move on dari apa? Dari masa lalu. Bergeming, enggan beranjak dari gemerlap dan kenyamanan hidup di masa lalu. Atau justru masa lalu yang kelam, membuat kita berat melangkah, trauma. Bisa saja.

Padahal, buat apa masih berkutat dengan masa lalu? Pagi ini, bangun tidur, kita masih diberi kesempatan hidup sehari lagi, dengan berbagai kemungkinan yang  tak terbatas yang bisa kita dapatkan dalam hidup. Dan mungkin juga pagi berikutnya. Dan berikutnya lagi. Waktu berjalan maju terus jadi alangkah tololnya kalau kita stagnan, apalagi mundur.

Yuk. Tinggalkan saja masa lalu kita di sana. Dia tidak akan ke mana-mana. Hari ini terlalu berharga untuk dipakai berkutat dengan hal-hal yang sudah kadaluarsa. 

Let's dare ourselves, take a new step! Sungguh, dunia masih terlalu luas di luar sana. Oke? :)

Hap hap hap